Selasa, 19 Juni 2018

Dapatkah Manusia Hidup “Tanpa” Otak?

Otak merupakan salah satu organ tubuh penting pada manusia. Lantas, apakah manusia bisa hidup tanpa otak? Pada kasus anencephalykelainan pertumbuhan dari dalam kandungan yang menyebabkan tidak terbentuknya otak dan tengkorak, bayi biasanya hanya dapat bertahan dalam hitungan hari.

Kemudian kita juga sering mendengar istilah “mati batang otak”, yaitu keadaan di mana otak kehilangan semua fungsinya dan tidak dapat diperbaiki. Pada keadaan itu, gelombang otak pun tidak lagi dapat dideteksi. Kehidupan sepenuhnya ditopang oleh mesin ventilator, yang membantu mempertahankan fungsi jantung dan paru, sehingga secara medis sebenarnya orang tersebut sudah meninggal.
Selain dua contoh di atas, ada kasus di mana manusia bisa hidup “tanpa” otak. “Tanpa” di sini diberi tanda kutip karena pada kasus-kasus berikut, otak tidak absen sama sekali, tapi keberadaannya antara ada dan tiada.
seorang laki-laki berusia 44 tahun dari Perancis, menunjukkan rongga kepala yang didominasi oleh rongga kosong berisi cairan dan hanya selapis tipis jaringan otak. Dengan kata lain, sebagian besar otaknya tidak ada! Namun lelaki tersebut dapat hidup relatif normal, memiliki IQ 75 (di bawah rerata populasi, 100), bekerja sebagai pegawai negeri sipil, menikah, dan memiliki dua anak.
Kasus lain menunjukkan absennya otak kecil (cerebellum) pada seorang perempuan berusia 24 tahun dari Cina. Cerebellum mengontrol gerak dan keseimbangan tubuh, juga berperan pada kemampuan gerak motorik dan wicara. Sewajarnya, perempuan tersebut pun ternyata mulai berjalan pada usia 7 tahun, dan pembicaraannya baru dapat dipahami ketika dia berusia 6 tahun, jauh lebih lambat dibandingkan kebanyakan orang. Pada pasien itu, rongga yang tempat otak kecil terisi oleh cairan serebrospinal.
Kedua kasus di atas ditemukan secara tidak sengaja. Pada kasus pertama, dokter merekomendasikan CT-scan dan MRI setelah pria Perancis tersebut mengeluhkan ada masalah pada kakinya. Hal yang serupa terjadi pada kasus kedua, di mana perempuan tanpa otak kecil itu pada awalnya hanya mengeluhkan pusing dan mual. Tampaknya fungsi bagian otak yang cedera, atau bahkan hilang, dapat diambil alih oleh bagian otak yang lain, dalam rentang waktu yang lama. Penemuan semacam ini menunjukkan dengan penanganan yang tepat, setelah cedera pun, otak mampu beradaptasi dan setidaknya mengembalikan fungsi minimalnya dengan bagian yang tersisa.
Maka dari itu fungsi otak adalah sangat penting dalam tubuh manusia,demi untuk menjaga fungsi otak dalam keadaan baik dan sehat selalu,sangat di anjurkan oleh para dokter dalam fakultas kedokteran UK ARIZONA agar mengkomsumsi MORINGA OLEIFERA atau yang di kenal di INDONESIA sebagai Tanaman DAUN KELOR.

Moringa Oleifera atau daun kelor ini telah di kenal selama berabad - abad sebagai tanaman yang memiliki khasiat luar biasa yang memiliki banyak sekali manfaatnya,bahkan dunia kedokteran di INGGRIS dan GERMAN sepakat dengan dunia pengobatan herbal dari pakar herbal tiongkok dan pengobatan traditional INDIA yang menyatakan bahwa tanaman daun kelor (moringa oleifera) ini dapat mengobati 300 jenis penyakit.

Dengan berbagai manfaat dan khasiat tersebut dan di tambah dengan ilmu pengobatan yang teruji selama ribuan tahun maka kini Moringa Oleifera/Daun Kelor di kemas dalam bentuk yang lebih modern dan praktis dengan teknik pembuatan dan pengemasan yang higienis untuk menjaga dan meningkatkan khasiat yang di miliki oleh tanaman ini kelor.ini.

Super Organic Food (SOF) namanya,kini hadir untuk memenuhi kebutuhan dan untuk menjaga kesehatan masyarakat moderen saat ini di mana mana terdapat banyak sekali penyakit/sumber penyakit di sekitar kita.dengan mengkomsumsi SOF secara rutin setiap hari maka kesehatan anda akan lebih terjaga dan hari - harinya akan menjadi lebih berkualitas dan produktif.(dr Naila Spd.)

Selasa, 05 Juni 2018

Apakah Benar Daun Kelor Bisa Mengobati Miom?

Apakah Benar Daun Kelor Bisa Mengobati Miom?

Selamat berkunjung di website resmi D2Cooperation.com,dalam kesempatan kali ini kami akan artikel tentang Apakah Benar Daun Kelor Bisa Mengobati miom?. Untuk mengetahui jawabannya mari simak artikel di bawah ini sampai selesai.

Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7—11 meter.[1] Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dapat dibuat sayur atau obat. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang, juga dapat disayur.
Nama umum Indonesia: Kelor, limaran (Jawa) Inggris : Moringa, ben-oil tree, clarifier tree, drumstick tree Melayu : kalor, merunggai, sajina Vietnam : Chùm ngây Thailand : ma-rum Pilipina : Malunggay.

Khasiat Daun Kelor

Penelitian mengenai khasiat daun kelor telah dimulai sejak 1980, pada bagian daunnya, lalu kulit batang, buah dan bijinya.
Organisasi kesehatan dunia WHO menganjurkan bagi anak-anak dan bayi dalam masa pertumbuhan untuk mengkonsumsinya, karena manfaat dari kandungan daun kelor yang besar, yaitu mengandung:
  • Potasium tiga kali lipat dari pada pisang.
  • Kalsium empat kali lipat daripada susu.
  • Vitamin C tujuh kali lipat daripada jeruk.
  • Vitamin A empat kali lipat lebih banyak dari pada wortel.
  • Dua kali lipat protein dari pada susu.
Organisasi WHO yang menobatkan pohon kelor sebagai miracle tree, setelah menemukan manfaat penting daun kelor
Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengkonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengkonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya.
Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

Manfaat Umum Daun Kelor

Berikut adalah beberapa manfaat umum daun kelor untuk kesehatan, diantaranya adalah sbb:
  • Anti Kanker
  • Bantuan arthritis
  • Menyehatkan kulit
  • Mengatasi diabetes
  • Mengobati rematik
  • Menyehatkan mata
  • Menjaga berat badan
  • Menghilangkan flek wajah
  • Menjaga kesehatan ginjal
  • Mencegah penyakit jantung
  • Melindungi tubuh dari bakteri
  • Memperlambat efek penuaan
  • Meningkatkan kesehatan pencernaan
  • Menurunkan tekanan darah dan kolesterol
  • Menstabilkan mood dan melindungi kesehatan otak
  • Memanfaatkan daun kelor untuk kecantikan
  • Daun kelor cukupi gizi ibu menyusui dan anak
  • Antioksidan dan senyawa anti-inflamasi

Dan Inilah Manfaat Daun Kelor Untuk Penyakit Miom

Asian Pacific Journal of Cancer Prevention pada tahun 2003 menerbitkan sebuah studi di mana peneliti memeriksa pencegahan tumor kulit berikut menelan ekstrak kelor seedpod pada tikus. Hasil penelitian menunjukkan penurunan dramatis dalam papiloma kulit dan menyarankan bahwa M. oleifera memiliki Miom mencegah kemungkinan properti.
Lain penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 melaporkan bahwa molekul yang ditemukan di M. oleifera kematian sel yang diinduksi dalam sel-sel Miom ovarium tumbuh di laboratorium. Berdasarkan temuan ini, para peneliti percaya tanaman memiliki potensi untuk mengobati Miom jenis ini.
Menurut ECHO, diet daun kelor dengan bubur yang terbuat dari biji-bijian bayam telah secara substansial mengurangi atau meringankan gejala HIV pada pasien. Gejala-gejala ini termasuk kelelahan, sesak napas, penurunan berat badan dan batuk kronis, yang juga umum di orang yang didiagnosis dengan mesothelioma dan Miom lainnya dari paru-paru.
Penelitian juga menunjukkan pohon kelor telah menunjukkan potensi untuk mengurangi gejala berikut umum pada pasien Miom:
  • Diare
  • Batuk
  • Demam
  • Iritasi kulit
  • Nyeri sendi
  • Berat badan
  • Sakit kepala
  • Sulit bernafas
  • Sakit pada dada
  • Sakit tenggorokan
  • Komplikasi pernapasan

Cara Pengolahan serbuk Daun Kelor

  • Ambil daun kelor sebanyak yang dibutuhkan, bersihkan lalu jemur.
  • Setelah kering, tumbuk sampai halus.
  • Saring hasil tumbuhan daun kelor.
  • Masukkan dalam wadah tertutup.
  • Siap untuk dikonsumsi.
Serbuk daun kelor bisa diseduh dengan air panas sebagai teh kelor, ditaburkan pada makanan secukupnya.

Efek Samping Daun Kelor

Daun kelor cukup aman ketika diminum dan digunakan dengan tepat. Daun, buah, dan biji-bijian mungkin aman bila dikonsumsi sebagai makanan. Namun, penting untuk menghindari konsumsi akar tanaman kelor, yang dapat mengandung zat beracun.
Konsumsi tanaman kelor perlu dihindari untuk ibu hamil karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya, dikhawatirkan menyebabkan komplikasi selama kehamilan dan keguguran. Memang ada perbedaan pendapat mengenai hal ini, tetapi hal yang terbaik adalah menghindari konsumsi daun kelor saat sedang hamil atau menyusui.
Nah jadi ternyata daun kelor ini mempunyai khasiat untuk mengatasi penyakit miom jadi untuk sekarang anda semua bisa menggunakan daun kelor sebagai obat tradisional atasi miom.

Daun Kelor Dapat Cegah dan Membunuh Sel Kanker


Jakarta, CNN Indonesia -- Daun kelor yang kerap disantap sebagai sayur ternyata terbukti ampuh mencegah dan membunuh sel kanker. Bernama latin Moringa Oleifera, daun kelor merupakan pohon yang tumbuh di iklim tropis, termasuk Indonesia. Bentuk daunnya lonjong menyerupai telur dan tersusun majemuk.

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Oncology Letters menemukan bahwa ekstrak dalam daun kelor yang larut dalam air dapat mengobati berbagai jenis kanker, seperti paru-paru, payudara dan kulit.

Daun kelor merupakan sumber yang kaya akan lemak, protein, karotenoid, vitamin C, zat besi, potasium, dan nutrisi penting lainnya. Zat ini mampu mencegah dan membunuh sel kanker.

Daun kelor mengandung zat niazimin yang mencegah perkembangan sel kanker dalam tubuh. Daun ini juga memiliki antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas dan antiinflamasi yang bisa meredakan peradangan pada kanker.

Tim peneliti dari Korea membuat ekstrak daun kelor yang larut dalam air. Ekstrak itu dapat diterima secara alami oleh tubuh dengan kandungan yang kuat dan toksisitas yang rendah. Melansir Reset, peneliti memulai risetnya dengan mengetes beberapa dosis ekstrak daun kelor pada pasien kanker hati. Hasilnya menunjukkan 96,7 persen sel kanker mati kareka ekstrak daun kelor.

Mengonsumsi daun kelor, berupa sayuran atau rebusan air daun kelor juga bisa menjadi pilihan untuk menangkal kanker.

Bukan hanya daun kelor saja yang kaya manfaat bagi kesehatan, tapi bunga, akar, dan kulit pohon kelor banyak digunakan sebagai suplemen gizi, kosmetik, parfum, dan minyak kulit.

Sebelumnya, The Independent juga mengungkapkan daun kelor punya kandungan berlebih, di antaranya mengandung banyak vitamin A daripada wortel, lebih banyak kalsium daripada susu, lebih banyak zat besi daripada bayam, serta lebih banyak potassium daripada pisang. Tidak hanya itu protein di daun kelor juga lebih tinggi daripada susu dan telur. 

Dengan kandungan dan manfaatnya itu, tak heran jika daun kelor termasuk salah satu superfood yang diyakini akan menjadi hit di 2018. 


Manfaat Daun Kelor

Moringa oleifera
Dengan bentuk yang terbilang kecil, daun kelor mempunyai segudang manfaat “rahasia”. Tidak aneh jika para ilmuah menyebutnya sebagai “Miracle Tree” atau pohon ajaib karena manfaatnya untuk kesehatan dan kecantikan.
Penelitian tentang manfaat daun kelor dimulai dari tahun 1980 di bagian daunnya, kemudian kulit batang, buah, serta biji nya.
WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyarankan agar bayi dan anak-anak di dalam masa pertumbuhan mengkomsumsi daun kelor. Sebab daun kelor mengandung zat-zat yang bermanfaat, diantaranya:
  • Vitamin C 7x lipat daripada jeruk.
  • Vitamin A 4x lipat lebih banyak daripada wortel.
  • Potasium 3x lipat daripada pisang.
  • 2x lipat protein daripada susu.
  • Kalsium 4x lipat daripada susu.
Berikut beberapa manfaat daun kelor yang kami kutip dari Latanza.co.id.

Manfaat Daun Kelor untuk Kecantikan

1. Menjaga berat badan
Penelitian oleh para ahli menemukan fakta bahwa teh daun kelor membantu menangani masalah pencernaan sehingga dapat digunakan untuk menurunkan berat badan. Teh tersebut mengandung polyphenol yang tinggi sebagai antioksidan. Sehingga racun didalam tubuh terdetoksifikasi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
2. Menyehatkan kulit
Apabila rajin dikonsumsi, vitamin C dan antioksidan yang terdapat di dalam daun kelor mempunyai manfaat menghaluskan kulit dan mencegah adanya jerawat.
3. Menguatkan dan Melembabkan Rambut
Nutrisi di teh daun kelor bermanfaat menguatkan serta melebatkan rambut. Sehingga rambut menjadi lebih kuat, mengkilap, dan pastinya menjadi sehat.
4. Menghilangkan flek wajah
Di beberapa negara, ekstrak kelor telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik. Karena daun kelor mengandung nutrisi seperti besi, tembaga, seng, silika, mangan, dan magnesium. Maka kelor dapat menjadi pelembab alami.
Sekaligus berfungsi mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kulit. Lebih dari 30 zat antioksidan di dalam kelor bermanfaat untuk kesehatan kulit.
Caranya dengan mengambil beberapa daun kelor yang masih muda, lalu tumbuk sampai super halus dan gunakan sebagai bedak.
5. Menghambat efek penuaan
Telah dilakukan studi bahwa suplementasi dengan daun kelor dan bayam menimbulkan peningkatan yang cukup signifikan terhadap senyawa antioksidan, yang berperan penting memperlambat efek penuaan.

Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

1. Mengobati rematik
Daun kelor bermanfaat mengurangi rasa sakit pada sendi dan mengurangi penumpukan asam urat di sendi. Selain itu, daun kelor juga bermanfaat untuk mengatasi pegal linu, nyeri, dan sebagainya.
2. Mengatasi alergi
Ternyata manfaat daun kelor juga mampu mengatasi alergi. Caranya dengan merebus tiga gagang daun kelor, kemudian ditambahkan pulasari secukupnya, satu siung bawah, dan 3 gelas air, lalu rebus sampai mendidih dan tersisa dua gelas, saring dan minum setiap hari dengan rutin.
3. Mengobati cacingan
Tidak perlu khawatir ketika anak anda mengalami cacingan, karena anda bisa memanfaatkan daun kelor untuk menyembuhkannya. Caranya dengan siapkan 3 gagang daun kelor, 1-2 batang mineran, 1 gagang daun cabai, dan rebus dengan 2 gelas air mendidih hingga tersisa 1 gelas. Kemudian disaring dan diminum.
4. Menurunkan kolesterol dan tekanan darah
Tati Winarto (seorang pakar herbal) mengemukakan bahwa salah satu manfaat daun kelor yaitu mencegah kolesterol tinggi dan menjaga kadar darah. Karena daun kelor mengandung zat hiocarbamate glikosida, nitrile, serta glikosida minyak mustard yang bermanfaat menurunkan tekanan darah.
5. Meningkatkan kesehatan pencernaan
Sifat anti inflamasi di dalam daun kelor mampu mencegah dan mengobati sakit maag, keluhan pencernaan, infeksi, dan kerusakan ginjal.
Penggunaan umum minyak kelor dapat membantu meningkatkan fungsi hati, karena manfaat detoksifikasi racun dan zat berbahaya di tubuh. Sehingga memungkinkan bisa mengatasi penyakit sembelit, diare, batu ginjal, dan infeksi saluran kemih.

Dapatkah Manusia Hidup “Tanpa” Otak?

Otak merupakan salah satu organ tubuh penting pada manusia. Lantas, apakah manusia bisa hidup tanpa otak? Pada kasus  anencephaly — kelainan...